Pdt. Hosea Sudarna, S.Th., M.Si.
Suarapembaruan.online – Jakarta, 9 Januari 2026 — Perayaan Natal bersama Gubernur DKI Jakarta yang diselenggarakan di JI-Expo Kemayoran menjadi puncak sukacita umat Kristiani dalam merayakan Hari Raya Natal 2025. Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, perayaan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menegaskan aktualisasi nilai-nilai Natal dalam kehidupan bermasyarakat yang rukun, inklusif, dan penuh persaudaraan.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh agama, pejabat pemerintah, serta ribuan umat Kristiani dari berbagai wilayah di Jakarta. Salah satu tokoh gereja yang hadir, Pendeta Hosea Sudarna, S.Th., M.Si. dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) DKI Jakarta, menilai perayaan Natal bersama ini sebagai puncak rangkaian peringatan Natal yang memberikan penguatan spiritual bagi umat.
“Puncak perayaan Natal ini menjadi momentum yang sangat penting bagi umat Kristiani. Kiranya melalui perayaan ini, umat semakin dikuatkan dan ditopang untuk membangun kehidupan yang rukun,” ujar Pendeta Hosea usai acara.
Pendeta Hosea yang juga menjabat sebagai Ketua Koordinator Gereja-gereja di Jakarta Timur mengapresiasi dukungan maksimal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam penyelenggaraan perayaan Natal. Menurutnya, dukungan tersebut bukan semata soal fasilitas, melainkan cerminan nyata kehadiran negara dalam merangkul seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukan sekadar dukungan teknis, tetapi gambaran bagaimana pemerintah hadir, merangkul, dan memperhatikan semua warganya. Dengan perhatian yang sama seperti ini, sekat-sekat itu semakin dipudarkan dan persatuan justru semakin dikuatkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa semangat persatuan harus berakar dari unit terkecil, yakni keluarga, sebagaimana ditegaskan dalam tema Natal yang diusung oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Kehadiran Kristus dipahami sebagai penggerak keselamatan yang memancarkan cahaya persatuan, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan sosial yang lebih luas.
“Biarlah keselamatan itu memancarkan cahaya persatuan, seperti yang disampaikan Romo Kardinal, sehingga mampu menjawab tantangan perbedaan yang tidak selalu mudah dihadapi dalam kehidupan bersama,” ujar Pendeta Hosea.
Ia juga menyoroti pesan Natal yang disampaikan Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, serta refleksi dari Menteri Agama Republik Indonesia. Menurutnya, pesan-pesan tersebut memberikan inspirasi sekaligus penguatan moral bagi umat dalam menghadapi realitas sosial ke depan yang menuntut kebijaksanaan, toleransi, dan semangat kebersamaan.
Perayaan Natal bersama Gubernur DKI Jakarta ini dinilai menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Di tengah keberagaman Jakarta, perayaan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan, dan membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan berkeadilan.
(Tim Publikasi PWGI)
